::ethereal dreamer::

     

           
           
           
           

Hi! Welcome to my world, guys. Posted here are my not-so-daily journal.

Feel free to post any comments, suggestions, or questions!!

ABOUT ME:

Name: Arlin, aka.Ogi
Location: California (no more), in Bandung now
Birthday: 17 Nov 1982
Obsessions: having a life of peace, constant learning
Currently Reading: Bible, Le Petit Nicolas, Anna Karenina
Dreams: to have peace...and love

Wednesday, August 31, 2005
--Hipotesis Tentang Hormon--

Hormon. Idiiih.... kok langsung yang kepikir soal hormon laki-perempuan ya? Hmm ato itu cuma gua doang? Yang paling terkenal, ya emang dua itu: testosteron dan estrogen. Padahal banyak jenis2 hormon laen: Adrenalin--buat si petualang dan penantang bahaya. Serotonin, dopamin--bahan obat psikofarmakologi. Gastrin--yang bikin sakit maag nih. Renin--hormon susu ^ .^ Tapi ini bukan untuk ngebahas macem2 hormon. Bukan juga bahan tesis kedokteran tentang fungsi/struktur hormon. Ini cuma hasil pikiran ngawur gua, yang (seperti bisa dilihat di atas) langsung mengidentikkan hormon sama hormon seks (baca: estrogen dan testosteron, red.) Ini gara2 pernah ngga sengaja denger orang ngomong:

Jam biologis gua udah mulai berdetik nih; seminggu kemaren rasanya pingiiiin banget punya anak, sampe beberapa hari berturut2 nangis2 sama si [nama pacar] minta punya bayi.
Gubrak. Gua sampe berhenti di tengah jalan. Lumayan shock juga dengernya. Gua pikir jam biologis perempuan cuma ngatur 2 hal: waktu tidur (yg jadi ngawur kalo jetlag), sama waktu mens (makanya ada yang namanya PMS). Ternyata sekarang ada satu lagi yang baru: waktu jadi ibu. Repot ama jadi perempuan: kaya punya jam tangan 3 muka. Jadi gua ada hipotesis: mungkin perbedaan laki2-perempuan, semuanya berawal dari hormon... Laki2, yang kadar testosteronnya jauuh di atas perempuan: 1. Massa otot + libido = agresif 2. Agresif <=> fokus total Catatan: menurut teori sexual selection: laki2, gara2 proses evolusi, punya insting mencari nafkah buat keluarga, melindungi keluarga. Hipotesis: Fokus total ini yang bikin laki2 ngga bisa fokus ke dua hal sekaligus dan ngga bisa mikir tentang hal2 yg ngga relevan, misal: emosi, tanggal2 yg "kurang penting"--soalnya bakal mengganggu tujuan utama buat survival. Perempuan, yang kadar estrogennya jauuh di atas laki2: 1. Lemak tubuh + ovulasi = reproduksi 2. Reproduksi <=> komitmen Catatan: menurut teori sexual selection: perempuan terprogram untuk berumah tangga dan membesarkan anak. Hipotesis: Komitmen ngga bisa cuma dari satu pihak, makanya perempuan selalu butuh validasi untuk meyakinkan diri, misal: kecenderungan nanya2 dan ngomong2. Karena untuk gedein anak perlu banyak dengerin kata hati/naluri, makanya perempuan lebih ber'hati' =p. Jam biologis yang tadi disebut juga: komitmen udah ada (dalam bentuk si pacar), ovulasi ngga masalah, semua kondisi terpenuhi buat reproduksi. ^0^ Sebenernya ini cuma teori iseng. Bukan berarti gua setuju bahwa jenis kelamin ditentuin sama gen XY, ditentuin sama hormon. Biologi ngga absolut, masih kena pengaruh sosial dan lingkungan. Tapi akhir2 ini banyak ngobrol sama temen2 soal hubungan laki2-perempuan, dan kebanyakan nonton Sex and The City.... yah jadinya beginilah... NB: Buat yang pengen tau lebih lanjut tentang hormon, wikipedia lumayan lengkap penjelasannya.
Rlynn wandered here @ 8/31/2005 12:06:00 AM
|